DO NOT MISS

Senin, 13 November 2017

Thien Thien Lay, Eksistensi Kedai Martabak Tertua di Semarang


Semarang identik dengan lumpia. Tapi, kota ini juga menyimpan segudang tempat kuliner yang melegenda. Salah satunya Thien Thien Lay, yang konon merupakan kedai martabak manis tertua di Semarang.

Sekilas tak ada yang istimewa dengan kedai martabak di Jalan Thamrin in. Dengan gerobak setinggi kurang lebih dua meter, setengah bagian berbahan kaca yang juga berfungsi untuk memperlihatkan martabak hasil masakan sang penjual.

Namun siapa sangka, kedai martabak ini sudah ada sejak tahun 1981. Inilah membuat Thien Thien Lay menjadi salah satu martabak tertua di Kota Semarang.

“Ini dulu dibuka kan sejak 1981, pertama oleh bapak saya namanya Tjhia Tjhin Hoo. Sepertinya juga menjadi yang pertama di Kota Semarang” kata Kit Kie, pemilik Thien Thien Lay belum lama ini.

Dia berkisah jika kedai yang dikelolanya sempat berpindah-pindah, sebelum akhirnya menetap di Jalan Thamrin. “Saat itu gerainya masih berpindah-pindah. Pertama di Jalan Gajah Mada hingga tahun 1994, terus pindah ke Jalan Suyudi hingga tahun 2012,” ujar Kit Kie.

Namun sejak tahum 2012 hingga kini, kedai tersebut berada di Jalan Thamrin. Meskipun berpindah-pindah, pelanggan Martabak Thien Thien Lay tak menyusut, justru kian hari makin bertambah. Terlihat dari kursi tunggu yang selalu penuh pelanggan saat menanti pesanan mereka.

Untuk resep, Kit Kie mengaku tak ada racikan khusus. Ia hanya mempertahankan pola masak yang sama seperti apa yang dulu ayahnya lakukan. Martabak manis atau kue Bandung buatannya pun bisa bertahan lebih dari 24 jam.

“Kami hanya mempertahankan pola lama, seperti membuat adonan dan menjaga suhu api saat memasaknya. Sehingga, martabak buatan kami lebih fresh, dan mungkin itulah yang disukai pelanggan,” beber Kit Kie.

Untuk harga, Martabak Thien Thien Lay bervariasi. Mulai dari Rp 50 ribu untuk yang polos tanpa toping, hingga Rp 135 ribu dengan berbagai macam pilihan toping.

Selain martabak, kedai ini juga menjual kue pukis. Ada berbagai macam varian rasa kue pukis dengan harga mulai dari Rp 4 ribu hingga Rp 6 ribu.


Tak Buka Cabang

Meski memiliki banyak pelanggan, Kit Kie tidak berkeinginan untuk membuka cabang. Ia menyebut, pola lama dalam penyajian itulah yang membuatnya enggan membuka cabang meskipun pelanggan semakin bertambah.

Ia khawatir, jika nanti membuka cabang akan mengalami perubahan pada rasa ketika yang memasak orang lain. “Enggak dulu ah Mas (membuka cabang), ya saya takutnya nanti kedai cabangnya takut penyajiannya beda dan rasanya beda dari aslinya,” ucapnya.

Kini Thien Thien Lay dikelola oleh Kit Kie dan tiga saudaranya. Meskipun masih mempertahankan pola lama dalam memasak, ia juga peka terhadap perkembangan jaman yakni dengan melakukan berbagai inovasi.

Inovasi dilakukannya pada bagian toping. Jika dulunya hanya menggunakan toping klasik seperti coklat, kacang, dan keju, kini ia mulai menambah varian toping seperti oreo, ovomaltine, hingga nuttela.

Meskipun hanya ada satu gerai, Martabak Thien Thien Lay mampu memenuhi permintaan hingga 100 loyang di hari besar dan libur panjang. Untuk hari biasa, gerai tersebut mampu menjual sedikitnya 60 loyang. Gerai tersebut mulai buka dari pukul 17.00-22.00 WIB.




[metrosemarang.com]

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Copyright © 2014 Sewa Hiace Elf Semarang 125 rb, Telp 08156599124 | Distributed By Blogspot Templates | Designed By OddThemes