DO NOT MISS

Rabu, 05 Juli 2017

Es Cong Lik, Es Puter Legendaris dari Kota Semarang


Jika berkunjung ke Kota Semarang, warung legendaris yang satu ini jangan sampai anda lewatkan. Meski berada di kaki lima, tidak menyurutkan para pembeli yang datang.

Yup, warung kecil ini sudah menjadi salah satu rujukan utama kuliner di semarang, namanya warung es Puter Cong lik Semarang.

Hidangan es krim 'kampung' ini mampu bertahan di tengah gempuran es krim-es krim modern yang disajikan di café atau restoran.

Lokasinya berada di seberang Rumah Sakit Telogorejo, tepatnya di Jalan Ahmad Dahlan Semarang. Jika berada di Kawasan Simpang Lima, cukup menyusuri jalan diantara Mal Ciputa dan Plaza Simpang Lima. Tidak jauh dari sana, anda akan menemui warung tenda bertuliskan Es Puter Cong Lik Semarang.

Es Puter ini disajikan dengan aneka varian rasa seperti coklat, alpukat, kelapa dan durian. Imam Suwarto, pemilik warung Es Cong Lik mengungkapkan, selain empat varian rasa tersebut masih ada beberapa varian lainnya.

"Yang pasti ada memang empat itu, kadang kalau lagi bulan puasa atau hari besar, ada tambahan seperti nangka, sirsak, leci, kelengkeng, kacang hijau dan blewah," ujar Suwarto.

Es Cong Lik menjadi favorit karena rasanya yang tetap sama sejak pertama kali dijual. Bahan-bahan yang digunakan juga merupakan bahan-bahan alami seperti buah-buahan, gula dan santan. Suwarto tidak pernah menggunakan pengawet dan pemanis buatan. Menurutnya, itu sudah merupakan pesan sang ayah sejak dahulu.

Satu porsi es putar Cong Lik berisikan empat sendok es puter dengan tambahan dua iris roti, mutiara dan kelapa. Untuk varian pembeli bisa memesan satu macam rasa, kombinasi dan komplet.

Es Cong Lik dihidangkan di cawan atau piring kecil. Bila lapar, terdapat juga cemilan seperti peyek kacang, kacang mete, emping yang disajikan di toples-toples di tiap meja. Masing-masing cemilan dihargai dari Rp 1.000 sampai Rp 4.000.

Sejak berjualan sendiri di tahun 1982, Suwarto tidak pernah merubah resep dan cara memasak es yang diperoleh dari ayahnya, termasuk penggunaan alat manual ketika membuat es puter yang masih ia pertahankan. Baginya, alat manual mempunyai keunggulan tersendiri.

"Dari dulu sampai sekarang pakai alat manual. Dulu yang terbuat dari seng, cuman karena dari seng sering berkarat diganti sama yang terbuat dari stainless steel. Pernah sekali mencoba pakai alat yang otomatis, punya teman, tapi ternyata hasilnya beda, akhirnya sampai sekarang tetap pakai alat yang manual saja. Es nya juga saya yang membuat sendiri, pegawai hanya menyajikannya di warung." ungkap Pria berusia 67 tahun tersebut.

Satu porsi Es puter dijual seharga Rp 15.000, jika ingin es komplet dengan durian dijual seharga Rp 20.000. Warung Es Puter Cong Lik, buka dari pukul 18.00 – 24.00.


[tribunnews.com]

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Copyright © 2014 Sewa Hiace Elf Semarang 125 rb, Telp 08156599124 | Distributed By Blogspot Templates | Designed By OddThemes