DO NOT MISS

Selasa, 14 Februari 2017

Ini Sebab Mengapa Ban Kadang Kempes Tiba-tiba

 Mengendarai motor atau pun mobil, terutama mengendarai motor dengan keadaan yang terburu-buru bisa dibuat tambah kesal karena ban yang ternyata kempes, padahal sudah lama tidak dipakai.

Itulah justru yang kerap menyebabkan ban kempes, bukan berarti karena tidak dipakai ban Anda akan baik-baik saja, sebaliknya ban Anda bisa kempes.

Kejadian itu tentu saja membuat tidak nyaman, terlebih lagi jika kejadian tersebut dialami saat waktu-waktu genting atau pun di tempat yang sulit untuk mencari tambal ban.

Hal yang bisa memicu ban kempes karena lantai yang bersuhu udara dingin, menyebabkan ban Anda mengalami penyusutan terutama bagi Anda yang menggunakan ban dalam.

Ban motor pada motor matic juga sering mengalami kempes, itu dikarenakan mesin motor matic yang terletak di belakang, selain ban belakang bertugas untuk menopang bobot motor itu sendiri, suhu yang panas dari mesin matic yang berjalan juga memengaruhi ban yang terletak dengan mesin tersebut.

Padahal, sepeda motor Anda tidak digunakan karena ditinggal di rumah, tetapi ban sepeda motor Anda tiba-tiba kempes, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hal itu bisa terjadi karena perbedaan suhu yang terlalu dingin, jika Anda menaruh motor Anda di atas lantai tanpa dialasi oleh keset atau lap sejenisnya.

Tetapi memang dengan dilapisi keset tersebut, belum bisa menjamin ban Anda tidak kempes dalam waktu yang lama, karena tidak ada bahan yang tidak bisa ditembus gas (dalam hal ini udara yang bermigrasi akibat perbedaan tekanan antara di dalam dan di luar). Semakin besar perbedaan tekanan, semakin cepat pula migrasi terjadi.

Selain itu, ban dalam lebih berpori dibanding ban mobil, meskipun tidak ada ban dalam yang benar-benar kedap udara, namun bahan ban yang lebih murah, menjadikan lebih mudah mengalami kebocoran.

Saat kendaraan akan melaju, suhu roda akan meningkat. Peningkatan akan semakin meningkat jika terjadi pada saat siang hari. Peningkatan tersebut juga diakibatkan karena roda yang menyerap panas saat terpapar sinar matahari.

Gambaran singkatnya, jika suhu udara meningkat, roda pun semakin menggelembung, sebaliknya, jika suhu udara menurun, ban tersebut mengalami penyusutan. Semakin lama kendaraan tidak dipakai maka proses penyusutan semakin besar karena tidak ada energi yang diubah dari kinetik ke panas.

Berikut terdapat juga beberapa alasan ban kempes di luar yang sudah dijelaskan di atas.

1. Butiran pasir

Bukan lirik lagu yang menjadi hits setelah dinyanyikan oleh Rumor, yang bernama asli Rija Abas dengan judul judul butiran debu. Tetapi ini adalah butiran pasir sebagai pemicu ban kempes ketika berkendara. Mungkin bagi sebagian Anda tidak percaya jika butiran pasir ini menjadi penyebab ban kempes saat berkendara.

Butiran pasir biasanya akan menempel di antara ban dan pelek, dengan menumpuknya butiran pasir ternyata akan membuat gelembung udara yang akan terlihat saat ban direndam dalam air. Tidak mudah terlihat, ini disebabkan karena ukurannya sangat kecil. Tetapi, jika diamati secara seksama akan muncul gelembung yang samar.

2. Ban terlalu tipis

Ban yang sudah terlalu tipis dapat menyebabkan gampang bocor. Jelas, dengan kondisi seperti ini ban menjadi sangat rentan kempes. Sebaiknya mungkin Anda harus rajin memeriksa kondisi ban Anda. Jangan sampai keadaan terburuknya Anda masih menggunakan ban yang sudah aus tersebut, selain kenyamanannya yang tidak lagi baik, faktor keamanan juga sangatlah penting, bisa menyebabkan tergelincir pada motor.

Jika memang sudah diketahui kondisi ban tersebut tidak lagi baik, Anda lebih baik menggantinya di toko ban yang sudah banyak ada di pinggir jalan, yang dilengkapi pula dengan mesin pengganti ban yang sudah pasti presisi.

Ban luar aus bisa dikategorikan ban luar tipis, ban luar getas, ban luar retak, ban tidak elastis, ban benjol dan lain sebagainya.

Ban yang tipis sangat berpotensi terjadi kebocoran bila dipakai pada jalan yang berbatu atau dipacu dalam keadaan tinggi, akhir dari point ini adalah bijaksanalah dalam mengganti ban, jika memang ban sudah tidak mendukung, maka gantilah dengan yang baru.

3. Bocor halus

Bocor halus biasanya diartikan sebagai keadaan di mana ban mengalami kebocoran dengan lubang. Kebanyakan karena kerikil tajam.

Walaupun hanya terkena kerikil yang kecil dan sebesar lubang jarum, namun itu cukup membuat Anda frustrasi terlebih jika dalam keadaan terburu-buru menggunakan sepeda motor.

Bocor halus memang tidak terlihat, baru akan terasa setelah satu atau dua hari. Dalam kurun waktu tersebut, Anda baru akan terasa bahwa ban Anda mengalami bocor halus karena kehilangan udara dan pada akhirnya terjadi kempes ban.

Bocor halus bisa disebabkan juga karena ban luar yang sudah mulai tipis sehingga, saat ban halus terkena paku atau sejenisnya yang tajam, sehingga benda tersebut menembus ke dalam ban, dan bisa jadi merusak lapisan ban dalam, karena ban dalam memang lebih rentan ketimbang ban luar yang memiliki karet lebih tebal.

Sehingga ban dalam yang terkena benda tersebut bisa saja memilik lubang kecil seperti yang sudah dijabarkan di atas, meskipun hanya sebesar lubang jarum tetapi akibatnya bisa fatal jika didiamkan terlalu lama.

4. Pentil yang kondisinya sudah kurang baik

Tempat masuknya udara ke dalam ban, jika rusak dapat menyebabkan bocor halus, saluran masuk angin ke ban ini fungsinya juga menutup udara dari dalam, sehingga udara yang ada di dalam pun tidak keluar begitu saja.

Cara memeriksa palng sederhana yang sering dilakukan adalah menggunakan air sabun cuci dan dioleskan pada ujung ban tersebut, jika terdapat gelembung maka saluran udara tersebut rusak, penggantian pentil cukup murah, biasanya di kisaran Rp 10.000,00.

Selain rusak, kendornya peletakkan pentil juga bisa memicu terjadinya bocor halus, karena udara yang ada di dalam ban akan keluar.

5. Terselipnya batu kecil di sela-sela ban

Selain butiran pasir tadi, batu-batu kecil yang terselip di antara corak-corak ban bagian luar juga bisa menyebabkan kerusakan pada ban karena gesekkan-gesekkan, terutama jika yang menyangkut adalah batu kerikil kecil yang mempunyai sisi yang tajam.

Para pengendara terutama biker harus selalu mengecek bagian ini.

6. Terkena paku atau benda tajam

Untuk hal berkut ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa penyebabnya adalah benda-benda tajam tersebut, karena jika memang tidak sengaja terkena di jalan raya, paku atau benda tajam tersebut bisa langsung mengenai ban bagian dalam dan tentunya merusak ban dalam jika Anda menggunakan ban dalam.

Jika menggunakan ban tubeless, biarkan saja paku tersebut menancap, tetapi segera dibawa ke tukang tambal ban untuk segera ditambal.

Tidak semestinya dicabut paku tersebut karena jika dicabut, justru angin dalam ban akan keluar semua, menyebabkan pergerakan motor menjadi berat. Setelah ditambal, jika Anda menggunakan ban tubeless, Anda bisa menggunakan cairan yang berfungsi menutup pori-pori ban jika tertancap paku kembali atau benda tajam lainnya.

7. Ban dalam yang kurang baik

Ban dalam yang sudah lebih dari tiga kali dilakukan penambalan, lebih baik diganti karena sudah pasti kondisinya sudah tidak layak pakai.

Walaupun proses penambalannya baik, tetapi terlalu banyak tambalan juga tidak baik dalam performa ban itu sendiri.

Selain ban dalam yang sudah banyak dilakukan penambalan, terlalu besarnya ban dalam yang digunakan dalam melebihi ukuran ban luar juga bisa menjadi salah satu alasan ban dalam bisa terjadi bocor halus karena terjadi gesekan antara ban dalam yang terlalu besar tersebut dengan ban luarnya.

Peletakkan ban dalam yang tidak sempurna pun bisa menjadikan ban tersebut mengalami bocor halus karena mungkin terjadi lipatan saat memasukkan ban dalam tersebut. Perhatikan hal tersebut saat mengganti ban dalam.

Sumber : forum.detik.com

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Copyright © 2014 Sewa Hiace Elf Semarang 125 rb, Telp 08156599124 | Distributed By Blogspot Templates | Designed By OddThemes